Tampilkan postingan dengan label Sejarah Paskibraka Kota Palu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah Paskibraka Kota Palu. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 15 November 2008

Sejarah Paskibra & O.rganisasi PPI Palu SUL-TENG

PASKIBRAKA Kota Palu, pertama kalinya dibentuk pada tahun 1995, beriringan dengan terbentuknya Kota Palu sebagai Kota Madya, yang beralih status dari Kota Administratif. :$

Organisasi PPI (PURNA PASKIBRAKA INDONESIA) di Kota Palu terbentuk sejak tahun 2001. Kepengurusan PPI Kota Palu, tahun 2001-2005 Adnan Ali dan dilanjutkan dengan Drs. Nasir Saleh pada tahun 2006 sampai tahun 2009 nanti. Organisasi PPI ini berkedudukan di wilayah hukum NKRI yang berazaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Bentuk Organisasinya berbentuk Organisasi Sosial Kemasyarakatan. Organisasi ini merupakan salah satu bagian dari generasi muda Indonesia yang memiliki kesadaran berbangsa, bernegara, idealisme, patriotisme, dan harga diri serta mempunyai wawasan yang luas, kokoh kepribadian, memiliki kesegaran jasmani, serta daya kreasi. Dapat mengembangkan kemandirian, kepemimpinan, ilmu, keterampilan, semangat kerja keras. Hakekat terbantuknya PPI yaitu sebagai wadah untuk menyiapkan kader generasi penerus dan harapan bangsa, serta manusia pembangunan yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa yang berjiwa Pancasila.

(bersambung………….) :L :p

Sejarah Nasional

Paskibraka adalah singkatan dari Pasukan Pengibar Bendera Pusaka dengan tugas utamanya mengibarkan duplikat bendera pusaka dalam upacara peringatan proklamasi kemerdekaan Indonesia di Istana Negara. Anggotanya berasal dari pelajar Sekolah Lanjutan Tingkat Atas kelas 1 atau 2. Penyeleksian anggotanya biasanya dilakukan sekitar bulan April untuk persiapan pengibaran pada 17 Agustus di beberapa tingkat wilayah, provinsi, dan nasional.


Sejarah

Tahun 1967, Hussein Mutahar dipanggil presiden saat itu, Suharto, untuk menangani lagi masalah pengibaran bendera pusaka. Dengan ide dasar dari pelaksanaan tahun 1946 di Yogyakarta, beliau kemudian mengembangkan lagi formasi pengibaran menjadi 3 kelompok yang dinamai sesuai jumlah anggotanya, yaitu:

  • Kelompok 17 / pengiring (pemandu),
  • Kelompok 8 / pembawa (inti),
  • Kelompok 45 / pengawal.


Jumlah tersebut merupakan simbol dari tanggal Proklamasi Kemerdekaan RI, 17 Agustus 1945 (17-8-45). Pada waktu itu dengan situasi kondisi yang ada, beliau hanya melibatkan putra daerah yang ada di Jakarta dan menjadi anggota Pandu/Pramuka untuk melaksanakan tugas pengibaran bendera pusaka. Rencana semula, untuk kelompok 45 (pengawal) akan terdiri dari para mahasiswa AKABRI (Generasi Muda ABRI) namun tidak dapat dilaksanakan. Usul lain menggunakan anggota pasukan khusus ABRI (seperti RPKAD, PGT, marinir, dan Brimob) juga tidak mudah. Akhirnya diambil dari Pasukan Pengawal Presiden (PASWALPRES) yang mudah dihubungi karena mereka bertugas di Istana Negara Jakarta.


Mulai tanggal 17 Agustus 1968, petugas pengibar bendera pusaka adalah para pemuda utusan provinsi. Tetapi karena belum seluruh provinsi mengirimkan utusan sehingga masih harus ditambah oleh ex-anggota pasukan tahun 1967.


Pada tanggal 5 Agustus 1969, di Istana Negara Jakarta berlangsung upacara penyerahan duplikat Bendera Pusaka Merah Putih dan reproduksi Naskah Proklamasi oleh Suharto kepada Gubernur/Kepala Daerah Tingkat I seluruh Indonesia. Bendera duplikat (yang terdiri dari 6 carik kain) mulai dikibarkan menggantikan Bendera Pusaka pada peringatan Hari Ulang Tahun Proklamasi Kemerdekaan RI tanggal 17 Agustus 1969 di Istana Merdeka Jakarta, sedangkan Bendera Pusaka bertugas mengantar dan menjemput bendera duplikat yang dikibar/diturunkan. Mulai tahun 1969 itu, anggota pengibar bendera pusaka adalah para remaja siswa SLTA se-tanah air Indonesia yang merupakan utusan dari seluruh provinsi di Indonesia, dan tiap provinsi diwakili oleh sepasang remaja.


Istilah yang digunakan dari tahun 1967 sampai tahun 1972 masih "Pengerek Bendera". Baru pada tahun 1973, Idik Sulaeman melontarkan suatu nama untuk Pengibar Bendera Pusaka dengan sebutan PASKIBRAKA. PAS berasal dari PASukan, KIB berasal dari KIBar mengandung pengertian pengibar, RA berarti bendeRA dan KA berarti PusaKA. Mulai saat itu, anggota pengibar bendera pusaka disebut paskibraka.